KPR Sempat Disetujui lalu Dibatalkan, Sikap BNI Pamekasan Dipersoalkan Developer di Sumenep

Ist.
Ist.

asatoe.co, Sumenep – Harapan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah untuk memiliki rumah melalui Program 3 Juta Rumah masih dihadapkan pada persoalan serius di lapangan. Ketidakpastian sistem pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dinilai menjadi salah satu faktor yang menghambat realisasi program nasional tersebut.

Kondisi ini dialami Firda, warga Desa Kolor, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Pengajuan KPR yang diajukan melalui salah satu bank pelat merah sempat dinyatakan lolos pada tahapan awal, namun akhirnya gagal pada proses akhir menjelang akad.

Bacaan Lainnya

Menurut pengembang Perumahan Bukit Damai, seluruh proses administrasi dan teknis telah dijalankan sesuai ketentuan. Bahkan, pembangunan rumah telah hampir rampung karena adanya kepastian awal dari pihak perbankan.

“Secara proses, kami mengikuti semua mekanisme yang diminta. Mulai dari kelengkapan berkas, survei lapangan, hingga percepatan pembangunan. Namun di tahap akhir, justru muncul pembatalan,” ujar Nanda Wirya Laksana, Jumat (9/1/2026).

Ketidakpastian tersebut berdampak langsung pada konsumen. Firda dan keluarganya sempat merasa lega karena pengajuan KPR dinyatakan aman. Hampir setiap pekan, mereka memantau langsung progres pembangunan rumah yang diharapkan menjadi tempat tinggal permanen.

Namun, pembatalan di tahap akhir justru memunculkan kekecewaan mendalam. Demi menjaga kondisi psikologis sang anak, orang tua Firda akhirnya memilih jalan alternatif dengan membeli rumah secara tunai.

Bagi pengembang, kasus ini mencerminkan persoalan struktural dalam sistem pembiayaan perumahan. Ketidaksinkronan antara tahapan teknis dan keputusan akhir dinilai berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat serta pelaku usaha terhadap program perumahan nasional.

“Programnya sangat baik, tapi implementasinya masih menyisakan masalah. Ketika konsumen sudah dinyatakan lolos di tahapan bawah, seharusnya ada kepastian hukum dan administrasi sampai akad,” tegas Wirya.

Ia berharap ke depan ada perbaikan sistem dan koordinasi yang lebih kuat antara regulator, perbankan, dan pengembang agar Program 3 Juta Rumah benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak perbankan terkait belum memberikan keterangan resmi. Redaksi asatoe.co masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *