asatoe.co, Sumenep – Mahasiswa pengabdian masyarakat Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar sosialisasi pemberdayaan petani di Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep. Kegiatan itu berlangsung di Balai Desa setempat, Senin (5/1/2026).
Sosialisasi mengangkat tema “Penguatan Potensi Lokal Menuju Desa Mandiri Sejahtera”. Sasaran kegiatan adalah kelompok tani Desa Moncek Tengah.
Program ini fokus pada pengendalian hama tikus secara alami melalui Rumah Burung Hantu. Selain itu, mahasiswa UTM juga memperkenalkan inovasi Teknologi Tepat Guna berupa alat penabur pupuk sederhana.
Pertanian menjadi sektor utama mata pencaharian warga desa. Karena itu, permasalahan hama tikus dan beratnya beban kerja petani menjadi perhatian utama dalam program pengabdian ini.
Mahasiswa UTM menjelaskan konsep Rumah Burung Hantu sebagai metode pengendalian hama ramah lingkungan. Burung hantu dikenal sebagai predator alami tikus di area persawahan.
“Metode ini memanfaatkan keseimbangan ekosistem. Harapannya, petani tidak lagi bergantung pada pestisida kimia,” jelas salah satu mahasiswa UTM saat sosialisasi.
Tidak hanya teori, mahasiswa juga menampilkan contoh Rumah Burung Hantu. Peserta diperlihatkan proses pembuatan, bahan, serta cara penempatannya di sawah.
Kegiatan ini turut menghadirkan dua penyuluh dari Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Lenteng dan satu Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Sumenep.
Salah satu pemateri dari BPP Lenteng menyebut pengendalian hama berbasis ekosistem sangat efektif. “Pemanfaatan burung hantu sebagai predator alami tikus sudah terbukti berhasil di beberapa wilayah dan bisa diterapkan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Selain itu, mahasiswa UTM juga mengenalkan alat penabur pupuk hasil inovasi internal. Alat tersebut dibuat dari bahan sederhana berupa paralon.
Inovasi ini dirancang agar petani bisa menabur pupuk sambil berdiri. Dengan begitu, risiko keluhan punggung dan pinggang dapat dikurangi.
“Kami merancang alat ini dengan biaya terjangkau dan bahan yang mudah didapat. Petani bisa membuatnya sendiri,” kata perwakilan mahasiswa UTM.
Antusiasme petani terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif bertanya soal efektivitas Rumah Burung Hantu dan ketahanan alat penabur pupuk.
Sekretaris Desa Moncek Tengah mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai program mahasiswa UTM sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.
“Kegiatan ini sangat membantu petani. Kolaborasi mahasiswa, penyuluh, dan petani seperti ini perlu terus didorong,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UTM berharap petani dapat meningkatkan hasil panen dan efisiensi kerja. Program ini juga diharapkan menjadi contoh pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis potensi lokal. (*)