Reses Berbuah Aksi, Said Abdullah Bantu Sumur Bor Atasi Krisis Air di Manding

asatoe.co, Sumenep – Krisis air bersih yang saban tahun melanda Desa Giring, Kecamatan Manding, akhirnya mendapat solusi. Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, MH Said Abdullah, merealisasikan bantuan pengeboran sumur dalam untuk warga setempat.

Permasalahan itu mencuat saat kegiatan reses yang digelar pada awal Februari lalu. Dalam dialog terbuka, warga menyampaikan kesulitan memperoleh air bersih ketika musim kemarau tiba.

Bacaan Lainnya

Salah seorang warga mengungkapkan, upaya pengeboran sebelumnya sudah dilakukan. Namun, hasilnya belum menemukan sumber air yang memadai.

“Di desa kami ini kalau kemarau sangat sulit air bersih, Pak. Sudah pernah dibor beberapa titik, tapi belum ada hasil,” ujarnya saat sesi tanya jawab.

Warga menduga sumber air berada di kedalaman lebih dari 100 meter. Karena itu, mereka berharap ada pengeboran yang lebih dalam dan terencana.

Menanggapi aspirasi tersebut, Said Abdullah langsung meminta timnya bergerak cepat. Ia memastikan kebutuhan dasar masyarakat tidak boleh diabaikan.

“Air bersih ini kebutuhan utama. Tidak boleh setiap tahun masyarakat menghadapi kesulitan yang sama,” kata Said, Senin (16/2/2026).

Melalui Said Abdullah Institute, proses pengeboran kini mulai dikerjakan di lokasi yang telah ditentukan. Kedalaman sumur ditargetkan mencapai 100 hingga 150 meter, menyesuaikan kondisi geografis setempat.

Said menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk komitmennya kepada masyarakat di daerah pemilihan. Ia ingin persoalan air di Desa Giring bisa dituntaskan secara konkret.

“Kalau memang harus dibor lebih dalam, kita upayakan sampai menemukan sumber air. Yang penting warga tidak lagi kekurangan,” tegasnya.

Ia juga memastikan pembiayaan pengeboran tidak dibebankan kepada pemerintah daerah maupun pusat. Menurutnya, langkah cepat diperlukan agar warga segera merasakan manfaatnya.

Langkah tersebut disambut positif masyarakat. Mereka berharap keberadaan sumur bor baru dapat menjadi solusi permanen atas krisis air bersih yang selama ini terjadi setiap musim kemarau. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *