asatoe.co, Sumenep – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, MH Said Abdullah, menggelar kegiatan reses di Desa Giring, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Sabtu (7/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, Said menyerap berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat.
Sejumlah persoalan disampaikan warga, mulai dari kondisi infrastruktur jalan, keterbatasan alat pertanian, kebutuhan air bersih, hingga kesejahteraan guru madrasah diniyah (madin) dan guru ngaji.
Menanggapi keluhan soal air bersih, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu langsung memberikan solusi dengan membantu pengeboran air bersih menggunakan dana pribadi.
“Setiap kali saya turun ke masyarakat, persoalan air bersih hampir selalu menjadi keluhan utama. Hari ini, saya bantu langsung pengeboran air bersih di Desa Giring,” ujar Said, disambut tepuk tangan warga yang hadir.
Selain itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut juga menyerahkan bantuan alat pertanian berupa handtraktor kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat.
“Handtraktor ini langsung saya bantu hari ini. Tidak perlu menunggu bantuan pemerintah. Membantu masyarakat adalah tanggung jawab saya. Tapi tolong dijaga dan dimanfaatkan dengan baik,” katanya.
Sementara terkait keluhan infrastruktur jalan, Said menyatakan akan memperjuangkan aspirasi warga melalui pemerintah pusat. Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah membuat APBD Sumenep belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan infrastruktur.
“Nanti akan saya komunikasikan dan lobi dengan kawan-kawan di pusat. Insya Allah, pada pembahasan APBN 2027 yang dimulai Mei mendatang, aspirasi ini akan kita kawal dan perjuangkan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Said Abdullah juga memberikan bantuan kepada guru madrasah diniyah. Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan guru madin melalui dana abadi pesantren yang diinisiasi Fraksi PDI Perjuangan DPR RI.
“Negara memiliki dana abadi pesantren yang dialokasikan untuk menjamin keberlanjutan pendidikan pesantren, termasuk kesejahteraan guru madin dan pengembangan pondok pesantren,” pungkasnya. (*)
