Manfaatkan DBHCHT, Dispertahortbun Sumenep Tingkatkan Kualitas Bahan Baku

Kegiatan sekolah lapang yang digelar Dispertahorbun Sumenep (foto: Ist.).

asatoe.co, Sumenep – Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) 2021 untuk meningkatkan kualitas bahan baku.

Dispertahortbun menjadi salah satu instansi yang menerima alokasi DBHCT. Dinas yang dipimpin Arif Firmanto ini mendapat alokasi DBHCT sebesar Rp. 6,7 miliar pada tahun ini.

Bacaan Lainnya

Kepala Dispertahortbun Sumenep, Arif Firmanto, melalui Kepala Bidang Perkebunan Suryandari mengatakan, untuk tahun ini, DBHCT yang digelontorkan ke Dispertahortbun akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas bahan baku yang dibagi ke dalam dua bagian.

“Ada pengawasan penggunaan sarana, dan untuk koordinasi dan sinkronisasi,” terang perempuan yang karib disapa Yanda itu, Kamis (5/10/2021).

Menurut Yanda, output dari kegiatan pengawasan penggunaan sarana itu, di antaranya ialah sekolah lapang yang digelar di tiga lokasi, yaitu Guluk-Guluk, Ganding, dan Lenteng.

“Sekolah lapang itu petani diajari bagaimana budidaya tembakau. Mulai dari pemilihan benih, pembibitannya, menanganan hamanya, hingga pasca pasca panennya,” jelasnya.

Selain sekolah lapang di tiga lokasi tersebut, kegiatan lain yang juga menggunakan DBHCHT itu ialah pembibitan dan pemberian bantuan sarana dan prasarana untuk peningkatan kualitas bahan baku.

“Jadi dari anggaran tersebut, beberapa kegiatan sudah terealisasi, dan beberapa masih belum karena masih menunggu perubahan anggaran (PAK),” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *