Nia Kurnia Kukuhkan Pengurus Bunda Paud Kecamatan, Kelurahan dan Desa

Nia Kurnia Fauzi saat mengukuhkan pengurus Bunda Paud.
Nia Kurnia Fauzi saat mengukuhkan pengurus Bunda Paud.

asatoe.co, Sumenep – Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Nia Kurnia Fauzi mengukuhkan pengurus Bunda Paud dari tingkat kecamatan, kelurahan hingga desa, Selasa (19/10/2021). Pengukuhan dilaksanakan di Gedung TP PKK setempat.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Sumenep; Achmad Fauzi, Plt. Kepala Dinas Pendidikan; Moh. Iksan, Kepala Dinas Pemberdayaan Manusia dan Desa; Moh. Ramli, dan Asisten Pemerintahan Setkab Sumenep; Agus Dwi Saputra.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Nia Kurnia Fauzi mengatakan, pendidikan anak usia dini merupakan prioritas pembangunan masa kini. Sebab, usia dini merupakan masa emas, sekaligus periode kritis dalam tahap perkembangan manusia.

“Berdasarkan penelitian pakar bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini, bahkan sejak dari kandungan sangat menentukan kualitas kesehatan, intelegensi, dan kematangan emosional. Indikator tersebut sangat menentukan tinggi rendahnya produktivitas sumber daya manusia tahap berikutnya,” jelas istri Bupati Sumenep itu.

Selain itu, jelas Nia, pengembangan pendidikan anak usia dini merupakan investasi jangka panjang sumber daya manusia Indonesia. Negara membutuhkan generasi-generasi bangsa yang berkualitas, cerdas, sehat, unggul dan berkarakter. Karena, mereka yang akan meneruskan estafet kepemimpinan dan cita-cita bangsa di masa mendatang.

“Kita patut bersyukur karena hingga tahun 2020, jumlah partisipasi Paud di Kabupaten Sumenep mencapai 90,91 persen. Artinya dari jumlah penduduk usia 5-6 tahun yang berjumlah sekitar 30.057 orang, sekitar 27.324 orang telah mengikuti pendidikan anak usia dini,” ujarnya.

Dengan begitu, dengan adanya kegiatan tersebut, Nia berharap kepada seluruh Bunda Paud, baik tingkat kecamatan, kelurahan dan desa untuk ikut membantu mengelola Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) di wilayahnya. Hal itu agar pengelolaan Paud dapat dilakukan secara profesional dan terarah.

“Karena tidak jarang pendirian lembaga pendidikan hanya semata untuk mendapatkan kucuran dana bantuan dari pemerintah. Jika orientasinya hanya seperti itu, maka lembaga-lembaga pendidikan di Sumenep tidak akan pernah maju dan berkembang dengan baik,” tuturnya.

Selain itu, dia juga berharap dukungan, sinergitas dan kekompakan semua pihak dalam memajukan lembaga Paud. Baik dukungan dari tokoh masyarakat, pendidik, wali siswa dan anggota masyarakat lainnya.

“Pemerintah daerah tanpa dukungan semua pihak, perkembangan Paud di Sumenep tidak akan berkembang dengan baik,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *