asatoe.co, Sumenep — Baznas Kabupaten Sumenep menyalurkan bantuan Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) kepada warga terdampak bencana di Pulau Ra’as, sebagai upaya membantu pemulihan hunian masyarakat di wilayah kepulauan.
Bantuan tersebut diberikan kepada empat warga di Desa Brakas dan Desa Ketupat yang rumahnya rusak akibat kebakaran dan cuaca ekstrem pada Maret 2026.
Salah satu penerima, Sayati (45), warga Desa Brakas, kehilangan rumah setelah peristiwa kebakaran. Sementara tiga penerima lainnya, yakni Salama, Halima, dan Enju, merupakan warga Desa Ketupat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat angin kencang disertai hujan deras.
Ketua Baznas Sumenep, Ahmad Rahman, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan setelah proses verifikasi langsung di lapangan untuk memastikan kondisi penerima.
“Kami ingin memastikan bantuan ini tepat sasaran, sehingga tim turun langsung menemui para calon penerima di Pulau Ra’as,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Ia menambahkan, proses verifikasi dilakukan dengan mendatangi langsung lokasi rumah warga meski akses menuju wilayah tersebut cukup menantang.
Untuk mencapai Pulau Ra’as, tim harus menempuh perjalanan laut sekitar tujuh jam dari Kalianget, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat selama satu jam.
Ahmad Rahman menjelaskan, bantuan telah diserahkan secara simbolis kepada para penerima. Selanjutnya, pembangunan rumah akan dilakukan secara kolaboratif bersama pemerintah kecamatan dan desa setempat.
“Pelaksanaan pembangunan akan kami lakukan bersama pihak kecamatan dan desa agar berjalan efektif,” katanya.
Penyaluran bantuan tersebut turut disaksikan oleh pihak kecamatan dan aparat desa sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana zakat.
Program Rutilahu ini menjadi bagian dari komitmen Baznas Sumenep dalam membantu masyarakat kurang mampu, termasuk di wilayah kepulauan dengan akses terbatas. (*)