asatoe.co, Sumenep – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumenep mendorong perempuan agar lebih kreatif dalam mengelola sampah rumah tangga. Sampah yang selama ini dianggap sebagai persoalan lingkungan dinilai bisa dikembangkan menjadi peluang ekonomi.
Pesan tersebut disampaikan Ketua GOW Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, dalam kegiatan pelatihan pemberdayaan ekonomi bertema “Mengubah Sampah Menjadi Peluang, Mendaur Ulang Plastik dan Mengolah Sampah Rumah Tangga” di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Rabu (2/9/2026).
Nia mengatakan, persoalan sampah merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Hampir setiap rumah tangga menghasilkan berbagai jenis sampah, mulai dari sisa makanan, plastik, kertas hingga kemasan.
Menurutnya, sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan persoalan lingkungan dan kesehatan. Karena itu, diperlukan perubahan cara pandang dalam memperlakukan sampah.
“Melalui pengetahuan, kreativitas, dan kemauan untuk berubah, kita dapat melihat sampah bukan hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai dan peluang ekonomi,” kata Nia.
Ia menilai perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan tersebut. Selain mengelola kebutuhan rumah tangga, perempuan juga memiliki potensi untuk membantu memperkuat ekonomi keluarga.
Nia menyebut kreativitas, ketekunan, dan kemampuan berinovasi menjadi modal penting bagi perempuan dalam memanfaatkan berbagai potensi di lingkungan sekitar. Salah satunya melalui pengolahan sampah rumah tangga.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut tidak berhenti pada proses membuat produk. Peserta juga perlu memahami cara mengemas, membangun identitas produk, hingga memasarkannya melalui media sosial dan platform digital.
“Tidak perlu menunggu sempurna untuk berbuat sesuatu. Mulailah dari rumah, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari sampah yang ada di sekitar kita,” ujarnya.
Nia juga mengajak seluruh organisasi wanita yang tergabung dalam GOW Sumenep ikut memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilah dan memanfaatkan sampah.
“Saya yakin perempuan dapat menjadi motor penggerak untuk menciptakan keluarga yang peduli lingkungan sekaligus produktif secara ekonomi,” pungkas dia. (*)





