Masuki Musim Tanam 2026, Bupati Fauzi Tegaskan Komitmen Dampingi Petani Tembakau Sumenep

asatoe.co, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perhatian kepada petani tembakau yang mulai memasuki musim tanam tahun 2026.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyatakan, sektor tembakau masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang selama ini bergantung pada hasil pertanian tersebut.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, keberadaan petani tembakau memiliki peran besar dalam menjaga perputaran ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah daerah akan terus hadir memberikan dukungan sesuai kewenangannya.

Fauzi mengatakan, musim tanam menjadi fase penting yang menentukan hasil panen pada beberapa bulan mendatang. Oleh sebab itu, petani membutuhkan perhatian dan dukungan agar dapat menjalankan proses budidaya dengan baik.

“Kami mendoakan semoga seluruh petani tembakau di Kabupaten Sumenep diberikan kemudahan dalam proses budidaya, dijauhkan dari berbagai kendala, serta nantinya memperoleh hasil panen yang melimpah dengan kualitas terbaik dan harga yang menguntungkan,” kata Fauzi.

Ia menuturkan, petani merupakan salah satu kekuatan utama yang menopang perekonomian masyarakat. Di tengah berbagai tantangan, mereka tetap berperan menjaga keberlangsungan sektor pertanian.

Berbagai tantangan yang dihadapi petani saat ini, lanjut Fauzi, antara lain perubahan cuaca, meningkatnya biaya produksi, hingga fluktuasi harga komoditas di pasaran.

Karena itu, pemerintah daerah berupaya menjalankan program-program yang dapat membantu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani di berbagai sentra produksi tembakau.

“Petani adalah salah satu kekuatan utama ekonomi daerah. Pemerintah harus memberikan perhatian dan dukungan agar mereka dapat bekerja dengan tenang serta memperoleh hasil yang layak,” ujarnya.

Saat ini, aktivitas penanaman tembakau mulai berlangsung di sejumlah kecamatan penghasil tembakau di Kabupaten Sumenep, seperti Bluto, Ambunten, Lenteng, Guluk-Guluk, Pasongsongan, Batuan, dan Pragaan.

Bagi masyarakat di wilayah tersebut, tembakau bukan hanya komoditas pertanian. Kehadirannya juga menjadi sumber pendapatan bagi ribuan keluarga dan menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi lokal.

Ketika produksi dan harga tembakau berada dalam kondisi baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan petani. Dampaknya juga menjangkau buruh tani, pedagang, hingga pelaku usaha kecil yang bergantung pada sektor tersebut.

Fauzi berharap kualitas tembakau Sumenep tetap terjaga dan mampu memberikan nilai tambah bagi petani. Dengan dukungan cuaca yang baik serta kerja keras para petani, ia optimistis musim tembakau tahun ini dapat memberikan hasil yang lebih baik bagi masyarakat dan perekonomian daerah. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *