Pembangunan KIHT Mendapat Sambutan Positif Warga Guluk-Guluk

Petani di Sumenep menjemur hasil rajangan tembakau.
Petani di Sumenep menjemur hasil rajangan tembakau.

asatoe.co, Sumenep – Rencana pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Kabupaten Sumenep mendapat sambutan baik dari warga Desa/Kecamatan Guluk-Guluk. Sebab Proyek yang dianggarkan kurang lebih Rp 10 miliar dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) itu akan dibangun di wilayah tersebut.

Penanggung Jawab (Pj) Kepala Desa Guluk-Guluk, Muhammad Ra’is mengatakan, pembangunan KIHT ini diharapkan bisa mengurangi angka pengangguran dan mendongkrak perekonomian masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Biar sedikit demi sedikit masyarakat guluk-guluk mendapatkan lahan pekerjaan. Juga menopang perekonomian masyarakat” katanya.

Ra’is menyebut, penduduk Desa Guluk-Guluk saat ini sekitar 11 ribu lebih. Rata-rata mata pencahariannya adalah petani tembakau. Di desa ini, terdapat 48 kelompok tani (poktan).

“Sudah, melalui musyawarah desa, intinya masyarakat menanggapi positif,” jelasnya.

Selain itu, Ra’is juga meminta pemerintah lebih mengutamakan warga desa Guluk-Guluk ketimbang warga desa lain. “Kami berharap dari semua pihak yang terkait, nantinya tenaga kerja itu diutamakan warga desa Guluk-Guluk,” harapnya.

Sebelumnya, Agus Dwi Saputra, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep menarget proyek KIHT sudah masuk proses lelang bulan ini.

Proyek tersebut, katanya, akan langsung dilelang penyusunan Masterplan dan Detail Engineering Design (DED) rampung.

“Oktober kita lelang. Begitu selesai perencanaan, lelang, kalau lancar, 15 ke 20 hari lah selesai,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *