DWP Sumenep Dorong Perempuan Rutin Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara

asatoe.co, Sumenep – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sumenep menggelar Seminar Kesehatan bertema “Mahkota Kesehatan Wanita: Edukasi Deteksi Dini Kanker Serviks dan Kanker Payudara Bersama Praktisi Kesehatan” di Aula Pertemuan Wiraraja Pemkab Sumenep, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti anggota DWP sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran perempuan terhadap pentingnya menjaga kesehatan, khususnya melalui deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua III DWP Kabupaten Sumenep, Sri Hardiyanti Majid, mengatakan kesehatan merupakan aset berharga yang harus dijaga oleh setiap perempuan. Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan dan kesejahteraan keluarga.

“Kesehatan merupakan anugerah yang sangat berharga. Menjaga kesehatan diri bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga bentuk tanggung jawab terhadap keluarga dan lingkungan sekitar,” ujar Sri Hardiyanti Majid dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, kanker serviks dan kanker payudara masih menjadi salah satu penyebab utama kematian pada perempuan. Namun, kedua penyakit tersebut memiliki peluang penanganan yang lebih baik apabila dapat dideteksi sejak dini.

Karena itu, Sri menekankan pentingnya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait pemeriksaan kesehatan secara berkala. Ia mengajak perempuan untuk tidak menunda pemeriksaan hingga muncul keluhan kesehatan.

“Jangan menunggu munculnya keluhan untuk memeriksakan diri. Mari kita jadikan deteksi dini sebagai budaya hidup sehat yang dimulai dari diri sendiri,” katanya.

Sri juga menegaskan komitmen DWP Kabupaten Sumenep dalam mendukung peningkatan kualitas hidup perempuan melalui berbagai program, termasuk bidang kesehatan. Seminar tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian organisasi terhadap kesehatan perempuan sebagai bagian penting dalam pembangunan keluarga dan masyarakat.

Selain itu, ia mengajak seluruh anggota DWP untuk menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing dengan menyebarluaskan informasi yang diperoleh selama seminar kepada keluarga dan masyarakat.

“Saya berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh agar dapat mewujudkan perempuan yang sehat, kuat, produktif, dan berkualitas,” pungkasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *