asatoe.co, Sumenep – Di balik terang lampu jalan yang menerangi kawasan daratan Kabupaten Sumenep setiap malam, terdapat kerja keras tim kecil yang bertugas menjaga ribuan titik penerangan tetap berfungsi.
Meski hanya diperkuat lima personel, Satuan Tugas Penerangan Jalan Umum (Satgas PJU) tetap berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Tim yang berada di bawah naungan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep itu bertanggung jawab terhadap sekitar 8.000 titik PJU yang tersebar di wilayah daratan.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disperkimhub Sumenep, H Afif, mengatakan keterbatasan jumlah personel tidak menjadi hambatan untuk menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, seluruh petugas tetap disiagakan untuk menangani berbagai laporan kerusakan lampu jalan.
“Jumlah personel memang terbatas, tetapi pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan optimal. Kami terus berupaya agar setiap keluhan terkait PJU dapat ditangani secepat mungkin,” ujar Afif.
Ia menjelaskan, setiap petugas rata-rata menangani sekitar 1.600 titik lampu jalan. Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri, mengingat luas wilayah layanan yang harus dijangkau.
Untuk mengatasi hal itu, Disperkimhub menerapkan pembagian wilayah kerja secara terukur serta sistem penanganan laporan yang lebih efisien. Langkah tersebut dilakukan agar proses perbaikan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan dukungan berupa kendaraan operasional dan ketersediaan suku cadang yang cukup. Dengan dukungan tersebut, petugas dapat langsung membawa kebutuhan perbaikan saat turun ke lapangan tanpa harus kembali ke kantor untuk mengambil perlengkapan.
Afif menilai keberhasilan layanan PJU tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat. Karena itu, warga diimbau aktif melaporkan lampu jalan yang mengalami gangguan melalui kanal pengaduan yang telah disediakan.
“Laporan yang disertai foto kondisi lampu dan titik lokasi yang jelas sangat membantu petugas. Informasi yang lengkap dapat mempercepat proses identifikasi dan penanganan di lapangan,” katanya.
Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat dan Satgas PJU menjadi kunci dalam menjaga penerangan jalan tetap berfungsi dengan baik. Kehadiran lampu jalan yang menyala optimal dinilai penting untuk mendukung keamanan, kenyamanan, serta mobilitas warga pada malam hari.
Apresiasi terhadap kinerja Satgas PJU juga datang dari masyarakat. Sofyan, warga Kecamatan Pasongsongan, mengaku merasakan langsung manfaat dari peningkatan layanan penerangan jalan di wilayahnya.
“Saya sangat berterima kasih kepada Satgas PJU yang cepat dan tanggap. Sekarang jalan dari Ambunten menuju Pasongsongan sudah terang pada malam hari. Kami sebagai warga benar-benar merasakan manfaatnya. Semoga pelayanan seperti ini terus dipertahankan,” ujar Sofyan. (*)