Polres Sumenep Tiba-tiba Batalkan Konferensi Pers 27,83 Kg Diduga Kokain, Ada Apa?

Foto : Suasana di ruangan yang akan dijadikan tempat konfrensi pers penemuan barang diduga kokain.
Foto : Suasana di ruangan yang akan dijadikan tempat konfrensi pers penemuan barang diduga kokain.

asatoe.co, Sumenep – Pembatalan mendadak konferensi pers oleh Polres Sumenep terkait temuan 27,83 kilogram barang diduga narkotika jenis kokain memantik tanda tanya publik, Selasa (14/4/2026). Padahal, agenda tersebut telah dipersiapkan secara matang.

Sejak pagi, puluhan jurnalis sudah berada di lokasi acara di Mapolres Sumenep. Informasi yang beredar, kegiatan itu rencananya juga akan dihadiri oleh Kapolda Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Awalnya, barang bukti berupa bungkusan yang diduga narkotika sempat diperlihatkan. Namun, sebelum konferensi dimulai, seluruh barang tersebut justru diamankan kembali oleh petugas. Perubahan juga terlihat pada materi kegiatan yang sudah terpasang di lokasi.

Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, menegaskan pihaknya belum bisa menyampaikan keterangan resmi kepada publik. Alasannya, proses identifikasi barang masih menunggu hasil uji laboratorium.

“Kami belum bisa menyampaikan karena masih menunggu hasil lab. Nanti pasti kami informasikan,” katanya.

Ia menambahkan, kepolisian memilih berhati-hati agar tidak terjadi kesalahan informasi terkait jenis barang yang ditemukan.

“Supaya tidak menimbulkan tafsir berbeda, kami pastikan dulu melalui uji lab,” ujarnya.

Meski demikian, langkah penarikan barang bukti yang sebelumnya sudah dipajang menimbulkan pertanyaan. Terlebih, kegiatan tersebut sempat dikemas sebagai agenda resmi kepolisian.

Temuan itu sendiri berasal dari kawasan pesisir di Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting. Hingga kini, aparat masih mendalami asal-usul dan isi pasti dari bungkusan tersebut.

“Masih kami dalami, termasuk asal dan isinya,” ucap Anang.

Saat disinggung terkait kehadiran Kapolda Jawa Timur di wilayah Sumenep pada waktu yang sama, ia tidak memberikan penjelasan detail.

“Agenda kerja,” katanya singkat.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada kejelasan lebih lanjut mengenai alasan pasti pembatalan konferensi pers tersebut. Sementara itu, kepastian terkait dugaan narkotika dalam jumlah besar itu masih menunggu hasil pengujian resmi. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *